Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 16, 2010

100 Pelajaran Hidup


1. Buatlah rasa bahagia menjadi sebuah prioritas.
2. Travel; lihatlah tempat-tempat di dunia sebanyak yang anda bisa.
3. Belajarlah bermain musik.
4. Hiduplah sederhana atau tidak melebihi kemampuan keuangan anda.
5. Maafkan diri anda sendiri. Maafkan orang lain. Demi kepentingan anda sendiri.
6. Belajarlah berenang.
7. Jangan menunda keceriaan.
8. Ambillah tanggung jawab terhadap hidup anda.
9. Ingatlah kata-kata Henry Ford : ”Apakah anda berpikir bisa atau anda berpikir anda tidak bisa, anda benar.” – maksudnya bisa dan tidak bisa ada di tangan anda sendiri.
10. Tetapkan target yang S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Attainable, Realistic and Timely) – untuk lebih jelas dan detilnya, saya sarankan anda memiliki buku saya, dengan mengunjungi www.menggapai-impian.com
11. Buatlah target yang kecil untuk jangka pendek dan target yang besar untuk jangka panjang.
12. Bayarlah keperluan anda pribadi pertama-tama, kemudian menabunglah minimal 10% dari penghasilan anda.
13. Ingatlah bahwa selalu ada 2 sisi untuk setiap peristiwa.
14. Sisihkan 5% dari penghasilan anda pada yang kurang beruntung.
15. Jangan melakukan pinjaman/hutang yang buruk (lihat artikel 5 Hal yang Tidak Boleh Anda Lakukan).
16. Buatlah definisi anda sendiri tentang kesuksesan (lihat artikel Apa Arti Sukses Menurut Anda).
17. Jauhkan diri anda dari rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan.
18. Ada istilah dalam bahasa Inggris : 4 R – Reduce, Reuse, Recycle, Recover.
19. Ikuti aturan emas : perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan.
20. Berolah raga secara teratur.
21. Konsumsi makanan-makanan yang sehat (anda bisa lihat juga artikel Makanan-Makanan Pembuat Awet Muda).
22. Belajarlah cara-cara melakukan pertolongan pertama.
23. Kuasai minimal 1 bahasa asing.
24. Jadilah ahli / expert untuk suatu hal.
25. Tulislah sebuah buku, atau minimal artikel.
26. Perlakukan dengan baik anak-anak maupun binatang.
27. Kenalilah sejarah dasar dan geografi – dalam hal ini Indonesia.
28. Bangunlah kecerdasan emosi anda.
29. Taruhlah kotak pertolongan pertama, baik di rumah maupun mobil anda.
30. Periksakan kesehatan badan anda secara teratur.
31. Belajarlah menerima pujian.
32. Belajarlah menerima kritikan.
33. Jadilah diri anda sendiri.
34. Jangan mengambil tindakan ketika anda emosi / marah.
35. Pilihlah pasangan hidup anda dengan hati-hati; kebahagiaan hidup anda kelak banyak berasal dari keputusan anda yang satu ini.
36. Kekhawatiran adalah hal yang membuang-buang waktu.
37. Jangan mengendarai kendaraan ketika anda sedang mabuk.
38. Jangan pernah menyerah.
39. Minumlah banyak air putih.
40. Belajarlah sesuatu hal yang baru setiap hari.
41. Teruslah merasa bersyukur atas hal-hal yang anda terima.
42. Jangan bergosip.
43. Belarlah mengenai manajemen waktu sebaik-baiknya (lihat juga artikel 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Tidak Efektif).
44. Ikuti naluri anda.
45. Akuilah terhadap orang –orang yang membantu anda.
46. Temukan mentor.
47. Bacalah buku setiap hari.
48. Antusias juga terhadap kesuksesan orang lain sebagaimana anda merasakan kesuksesan anda sendiri.
49. Jangan menunda.
50. Buatlah daftar/list hal-hal yang harus anda lakukan.
51. Banyaklah tersenyum, juga tertawa.
52. Akuilah kesalahan anda.
53. Tetaplah mendapat informasi, apakah dengan membaca koran atau melihat berita di tv (informasi dan berita yang positif lho …).
54. Meditasi. Aturlah waktu untuk menyendiri dan hening setiap hari.
55. Rapi dan teraturlah dengan hidup anda.
56. Jangan membeli barang karena barang tersebut sedang sale, padahal anda tidak terlalu membutuhkannya (lihat artikel Inilah Alasan Kenapa Anda Selalu Dililit Hutang).
57. Hargai teman-teman dan keluarga anda.
58. Pujilah orang lain jika ada kesempatan.
59. Jangan membawa diri anda terlalu serius.
60. Jika mengalami saat-saat yang sulit, ingatlah pesan “badai pasti berlalu”.
61. Jika sesuatu tidak berjalan dengan baik, ingatlah bahwa beberapa hal terlihat buruk pada saat pertama kali.
62. Ingatlah selalu bahwa kesalahan adalah batu loncatan untuk sukses. Jadi jangan takut untuk gagal.
63. Milikilah rencana.
64. Pilihlah teman-teman anda dengan bijak: 80% pengalaman hidup anda – entah itu baik atau buruk – datang dari orang-orang yang sering bersama anda.
65. Jadilah luar biasa.
66. Bertekunlah.
67. Ketahuilah kapan anda harus memotong kerugian anda (cut your losses).
68. Lakukan pekerjaan anda dengan sebaik-baiknya.
69. Ingatlah bahwa hidup bukanlah sebuah gladi.
70. Jika anda tidak mengetahui jawabannya, katakanlah demikian; kemudian anda pergi dan cari jawabannya.
71. Ingatlah bahwa satu-satunya hal konstan di dunia ini adalah perubahan.
72. Mintalah apa yang anda inginkan.
73. Buatlah nilai tambah untuk orang lain.
74. Terapkan leverage. Leverage dapat diartikan menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang tetap atau lebih sedikit.
75. Bangunlah banyak sumber penghasilan, jangan mengandalkan 1 penghasilan saja.
76. Jadilah bos untuk anda sendiri : mulailah miliki bisnis pribadi.
77. Jangan tidak menepati janji, entah itu pada orang lain maupun pada diri sendiri.
78. Ujilah keyakinan anda dan tanyalah pada diri anda sendiri apakah yang anda yakini tersebut telah berjalan dengan semestinya (Maksudnya bukan keyakinan terhadap Sang Pencipta, namun misalkan keyakinan terhadap pekerjaan anda, teman wanita/pria anda, dll.).
79. Rasakan ketakutan yang anda hadapi, namun tetap lakukan hal tersebut.
80. Jangan khawatir terhadap apa yang orang-orang pikirkan terhadap anda.
81. Dengarkanlah nasihat orang lain, namun tetap buat keputusan di tangan anda sendiri.
82. Rubahlah sesuatu yang bisa anda rubah dan terimalah sesuatu yang tidak bisa anda rubah.
83. Bangunlah kreativas anda.
84. Latihlah kemampuan anda untuk lebih banyak mendengarkan.
85. Putuskan apa yang anda inginkan.
86. Fokuslah pada hal yang anda inginkan dibanding memikirkan hal-hal yang tidak anda inginkan.
87. Mulailah segera; setiap perjalanan selalu dimulai dengan langkah pertama.
88. Bersenang-senanglah.
89. Setiap kali anda jatuh, bangkitlah kembali. Orang sukses hanya bangkit 1 kali lebih banyak dari orang gagal.
90. Kejarlah mutu/keunggulan, bukan menjadi perfectionist.
91. Belajarlah untuk hidup di masa sekarang, bukan di masa lalu atau masa depan.
92. Pro aktif.
93. Pilihlah ‘perang’ anda dengan bijak.
94. Jangan berdebat soal keterbatasan anda.
95. Belajarlah melihat hal-hal luar biasa pada hal-hal yang biasa.
96. Coba dengarkan nasihat dari Eleanor Roosevelt : ”Tidak ada orang yang dapat memandang rendah anda tanpa seijin anda.”
97. Temukan pekerjaan yang anda cintai.
98. Ingatlah pepatah: ”anda menangkap lebih banyak lalat dengan madu.”
99. Miliki pengetahuan tentang keuangan.
100. Isilah hidup anda dengan cinta.

101. ….. silahkan anda lanjutkan.


source : http://terselubung.blogspot.com/2010/06/100-pelajaran-hidup.html

Sabtu, Juni 05, 2010

surrender

tiba-tiba punya mood menulis. entah menulis apa. berputar-putar mencari inspirasi, visiting blog sana-sini, dan akhirnya terbentur dengan topik ""surrender".

hari ini aku menyaksikan lagi ketragisan hidup. my bestfriend lost her unborn baby. rasanya ingin menangis. karena luka itu, however, juga terasa olehku. perihnya menusuk tulangku sampai ke sum2nya, sampai rasanya tak tega sekedar untuk menjenguknya di RS. Dan dia, yang mengalaminya langsung, pasti akan jauh lebih terlihat "matang" daripada aku, sahabat di belakang layar, yang hanya bisa terisak membayangkan betapa hancurnya hati sahabatku. baru kemarin kita berbicara tentang how great it feels, di saat ada yang menari-nari dalam tubuhmu, dan bagaimana she felt so blessed about being a mom. Dan percakapan konyol seperti Äku akan jadi mamaani". Namun di balik semuanya itu, aku terlalu yakin dia jauh lebih kuat daripada tipe orang lain yang akan rapuh menghadapi pencobaan ini. Karena aku tahu betapa besar hatinya. betapa tulus hatinya. Aku bahkan tidak perlu bertemu setiap hari dengannya hanya untuk tahu bahwa dia adalah angel in disguise. ya she absolutely is.
dan kuyakin, dia berserah.

minggu lalu, nova lost her beloved father. father she always be proud of. ayah yang membuat nova, juga dengan ketegaran luar biasa, melepaskan cintanya untuk menunjukkan bahwa kecintaannya pada ayahnya jauh lebih kuat daripada cinta kepada seorang dari benua lain, yang bagi sebagian orang, akan terasa seperti dreams come true. ayah yang dengan segala penyakit yang dideritanya, membuat seorang nova dapat diberi kesempatan untuk menunjukkan pada dunia, bahwa She love him, even more than she loves the foreign boyfriend. and it is so clear, undoubtful. dan kemudian, sang ayah meninggal, nova melepasnya dengan kalimat "thanks for being a really great father. sangat sederhana, namun juga sangat dalam.
dan kuyakin, dia berserah.

bulan lalu, nivita lost her only brother by terrible accident. Ya Tuhan, rasanya ingin ku teriak "Tuhan, apakah yang istimewa dari seorang Nivita sehingga Engkau mengaruniakan dia hati yang luar biasa kuat, sehingga cukup besar menerima rencana-rencana tak terdugaMu?" ku juga berharap aku akan mendapatkan kekuatan yang sama. bukan kekuatan untuk menentangMu, bukan kekuatan untuk melawanMu, bukan kekuatan untuk lari dari rencanaMu, bukan kekuatan untuk tegar atas kenyataan yang pahit, tapi kekuatan untuk sekedar "berserah". kekuatan untuk yakin bahwa semua yang Engkau rencanakan sungguh tak terselami.
dan kuyakin, dia berserah.

minggu ini, Tuhan memanggil Angelo Bondang, salah satu teman kuliahku. Penyakit liver dan maag membuatnya menyerah. Tak banyak yang bisa ku ceritakan tentangnya, dia adalah seseorang dari masa lalu yang yaaa, pernah menjadi sangat baik (in purpose).
dan kuyakin, dia berserah.

Tuhan, engkau memberikanku 2 rasa. Dan sekian lama Engkau membuat aku berjuang deminya. Dan Tuhan, untuk pencobaan sekecil ini saja, aku masih terlalu rapuh. terlalu bimbang. terlalu ragu. atau mungkin di saat-saat tertenu, terlalu sembrono dan tidak sabar menunggu tanda-Mu. Tuhan, aku ingin diberikan kekuatan ekstra untuk sekedar berserah.
aku ingin yakin, aku juga akan berserah.

Terima kasih Tuhan, untuk menciptakanku dengan hatiku.

Selasa, Mei 25, 2010

broken home


istilah ini sungguh tidak asing lagi. sejak masih kecil, remaja, sampai sekarang (hampir) dewasa, rasanya makin banyak teman (atau mungkin saya) yang terkena issue "broken home". secara harafiah, "broken home" berarti "keadaan rumah rusak", atau secara lebih "modern by stephanie's mind" dapat diartikan : "keadaan dimana rumah tak lagi sebagaimana rumah seharusnya". dalam arti, jika selama ini rumah diartikan sebagai tempat yang seharusnya paling aman, nyaman, menyenangkan dan darinya kita beroleh kedamaian dari orang-orang yang terikat secara batin disebut "keluarga", situasi "broken home" membuatnya doesnt seem as it used to be. kondisi ini should be something common, kapanpun, dimanapun. tidak ada orang yang ingin keluarganya berantakan, tidak ada orang yang memilih untuk hidup tidak bahagia, tidak ada orang yang sanggup memilih dari pasangan bagaimana dia akan dilahirkan, tidak ada orang yang mengimpikan hidup dengan single parents dan memang TIDAK ADA HAL DI DUNIA INI YANG SENANTIASA BERJALAN SESUAI YANG KITA IMPIKAN, BUKAN? 

satu-satunya hal yang mengganggu pikiranku adalah stigma masyarakat tentang "broken home" itu sendiri.  mengapa sebagian masyarakat harus menilainya secara skeptis? seolah-olah menjadi output dari keluarga "broken home" adalah DOSA! tidak adil. unfair. padahal begitu banyak dinamika lain dalam kehidupan kita, yang jauh lebih layak untuk dikategorikan "berdosa". ex: sekumpulan anak2 SMA Rex Mundi yang create sex orgy party, yang kebanyakan dari kalangan keluarga "baik-baik dan berduit" itu. 

orang harusnya lebih belajar bagaimana melihat sebuah masalah dari dua arah. aku menjumpai begitu banyak anak yang mentalnya tertadah dengan sempurna dari kondisi "broken home". aku melihat bagaimana mereka ditempa, jadi jauh lebih kuat dari anak-anak mami kebanyakan. dan kalaupun bisa ditarik survey, pasti anak-anak seperti ini punya naluri "survival of the fittest" jauh lebih tangguh dari anak-anak keluarga adem ayem. orang harusnya lebih membuka mata kalau tidak semua anak-anak brutal, rebel, nakal, wildy, atau apapun itu disebut yang berkonotasi negatif itu, adalah hasil produksi keluarga "broken home". ya memang ada, yang dengan alasan kurang kehangatan, kasih sayang, sehingga runaway ke hal2 yang negatif. but personally for me, that's only their stupid reason to hide their immature mind. bukankah, as Bible said : ”pencobaan – pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai ia akan memberikan kepadamu, jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya”. 

so, open your eyes, dont judge if u dont want to be judged. cos we only human. karena, semua masalah kita telah diukur oleh-Nya. bersyukurlah, jika kau mendapatkan yang lebih berat (and i categorized "broken home guys" as a hard one), karena upahmu, lebih besar. 


Minggu, Maret 21, 2010

miracle


do you believe in miracle?

I DO.

it happenned on me last night. I've been attacked by flu for 3 days, made me lost my voice. it was really hard to speak, for singing even worse. and then i found that the scheduled leader of my church youth community worship didnt appear last night, blank! then i should replace her. 

and it happenned. however, amazingly, i got my voice back. i even could be the worship leader, with a strange spirit. and it went well.

I do believe, that the spirit was You,Lord. I could feel it. You are everywhere! You were on my throat last night, ya You were, while You were in front of me, blessed me through the worship, and let all of it just about raising everything for you Magnificient Lord. YOU ANOINTED ME ADMIRABLY! 

it just about miracle. no matter how big or how small it happens, it is still a miracle. and He is the one and only source of the miracles. Thanks for turning me back, Lord. Thank you.

Minggu, Maret 07, 2010

definisi orang gila

tadi baca blog tetangga, dapat inspirasi tentang "orang gila", dan menemukan ini (published in TIME Asia Magazine, photo taken by John Stanmeyer):

ya Tuhan, tolong berikan umatmu definisi lagi tentang "manusia". separah itukah definisi manusia? serendah itukah harkat kami? sampai kami tidak peduli jika makhluk bernafas lainnya terpenjara seperti sampah? tertunduk lesu tak berdaya di tempat kami membuang hajat? saat mereka seharusnya terobati?

dan dengan kekuasaannya, para petinggi yang kami pilih dengan bantuan aliran dana tak terhitung banyaknya, yang dihabiskan lewat baliho, pamflet, advertisement, dan apapun itu disebut, mulai berargumen tentang minimnya anggaran operasional, ketidakjelasan asal usul pasien, dan segala macam omong kosong lainnya, sebagai another excuses.

karena gila bukanlah pilihan. dan mereka juga manusia. dan (kuharap) kita sadar bahwa kita juga manusia. dan bila kita tidak peduli pada mereka, sama dengan mereka tidak peduli pada kita, apa bedanya kita dengan mereka? *sigh*

as quoted from the blog :

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum,
mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.
Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.

Tuhan, ajarlah kami menghitung mundur hari-hari kami, agar kami makin bijaksana. AMIN.

Jumat, Januari 29, 2010

Some people say they "just knew" that they were dating their future spouse. But what about the rest of us? What happens when you're not sure if he's The One? If you're considering long-term commitment or marriage, it's time to ask yourself some tough questions. Below, 10 signs that may indicate he's not for you.

1. You have a list of things he needs to stop doing/saying/wearing if he wants your relationship to work. If you're fixating on his flaws, he's either not the one you want or you're not ready for a serious relationship. Cutting him loose allows you time to grow and gives you the opportunity to meet a guy whose flaws you can embrace -- or at least accept.
2. You don't trust him. A small dose of jealousy can be healthy, but if you're hacking into his email account, and going berserk when he goes out without you, something's wrong. If there's something about him that truly warrants your distrust, then perhaps he's not the right one for you.
3. You avoid conflict at any cost. Fighting is healthy. And, when done right (in the non-accusatory, rational sort of way), it can be a great way to air grievances, fix problems in your relationship, and come to a deeper understanding of each other. Ignoring problems is not the same as having no problems at all... even if it looks that way.
4. When you're sad, you don't turn to him for comfort. When you're a giant ball of tears and snot, do you lock yourself into the bathroom so he can't see you at your worst? If you're worried about scaring him away, one of you isn't ready for total commitment. Mr. Right should make you smile through your tears and be a calming, not stressful, presence.
5. One of you is struggling with an addiction. He's sweet. He's exciting. He loves you very much. But he loves his alcohol habit or his weekly gambling fix more. Don't fool yourself into thinking that you can change him or that your relationship will be strong enough to withstand the heartache that addiction will inevitably bring. An addict may be able to change, but he'll do so on his own terms.
6. You can't really imagine him as the father of your children. Ask yourself: Would he make a great parent? Is he financially responsible? Would he be an equal partner in your future together? If you have doubts, he's probably not the one.
7. Your long-term, non-negotiable goals in life are incompatible. You want kids; he doesn't. You go to church every week; he's an atheist. He lives in the country and doesn't want to move; you can't imagine ever leaving the city. Superficial differences can be overcome, but differences in basic values are harder to smooth over. Ask yourself: "Would I be willing to compromise on this?" If the answer is absolutely not, you may not be right for each other.
8. You don't respect each other. He puts you down in front of your friends and complains about you to his parents. You roll your eyes when he talks because there's just something about him that embarrasses you. A relationship without respect can't sustain itself.
9. You're not attracted to him. Physical intimacy is a hugely important component of a romantic relationship. If he doesn't do it for you, he's probably not your best long-term match.
10. On paper he seems great, but you have this strange feeling... Don't ignore your gut. You may get along on a superficial level, but if your instincts are telling you he's not the one for you, listen. That little voice inside your head does not lie.

Selasa, November 17, 2009

tadi baca blog-nya seseorang, yang dengan kebesaran hatinya mampu menginspirasi banyak orang, setelah kecelakaan yang membuatnya kehilangan apa yang disebutnya "titipan Tuhan"... gosh.. betapa besar hatinya... membuatku merasa bahwa kebesaran hatiku yang selama ini kupikir sudah cukup membuatku survive, tidak ada apa-apanya... melihat si pemilik blog bersyukur dan berterimakasih untuk apa yang dia alami (yang selama ini tak kutemukan di dunia nyata, hal ini terakhir kubaca di buku Rohani yang sementara kuselesaikan sekarang), membuatku teringat percakapan dengan daniel that I should see the other bright side of any single circumstance. well, bukan hal yang gampang! for sure! tapi jika orang lain dikaruniai hati sebesar itu, haruskah aku protes pada-Nya jika hal yang sama tak dikaruniakan padaku? bahwa aku -dengan segala yang kumiliki- terus berkeluh kesah dan seolah-olah tak pernah bersyukur? bahwa aku -dengan sikapku yang perfeksionis- terus mengkritik ketika seseorang tak bisa mencapai ekspektasiku? http://emo.huhiho.com

dan mengapa begitu sulit bagiku menerima kenyataan bahwa aku harus LDR lagi for a while? bukannya selama ini "keindahan" macam ini yang kusyukuri? hhoooaaaahhh... aku sementara mengalami pergerakan kestabilan emosional yang parah!!!!